Rabu, 18 Juli 2012

Muhammadiyah, Awali Puasa pada Hari Jum'at


Meski pemerintah belum menetapkan awal puasa, namun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Tuban telah memastikan bahwa awal Ramadan 1433 Hijriah jatuh pada Jumat, tanggal 20 Juli 2012.

Hal ini berdasarkan keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Muhammadiyah yakni dalam Maklumat DPP nomor 01/MLM/I.0/E/2012 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriah, serta imbauan menyambut bulan suci Ramadan.

Ketua DPD Muhammadiyah Tuban, Mamba’ul Musofa mengatakan, keputusan itu merupakan hasil perhitungan adanya hilal (hisab wujudul hilal) oleh Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Keputusan tersebut telah disebarkan ke semua anggota organisasi keagamaan ini sejak pertengahan Juni dan akan diikuti oleh warga Muhammadiyah di bumi Ronggolawe. Musofa menambahkan, dengan keputusan itu warga Muhammadiyah akan menjalankan ibadah puasa selama 30 hari, yakni dari 20 Juli hingga 18 Agustus 2012.

“Pada Kamis malam, dilaksanakan Shalat Tarawih. Esoknya, Jumat, 20 Juli, mulai puasa,” kata Agus, saat ditemui dikantornya, Minggu (14/07/2012).

Lebih lanjut Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tuban ini menjelaskan, bahwa saat tanggal 19 Juli itu, posisi hilal 1 derajat 38 menit 48 detik di seluruh Indonesia. “Saat matahari tenggelam bulan berada diatas ufuk, sehingga 1 Ramadan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012,” Tuturnya.

Sedangkan, mengenai untuk awal puasa versi pemerintah, Musofa mengaku belum mengetahui, karena Kementerian Agama (Kemenag) belum melakukan sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan. “Diperkirakan untuk lebaran akan sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi mungkin puasanya lebih awal,” ujarnya.

Namun demikian, jika memang ada perbedaan nantinya, masyarakat diharapkan bisa menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. “Kami berharap, semua pihak bisa menghargai dan menghormati perbedaan pendapat. Agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” tandasnya.

Saat ditanya tentang sidang isbat, bahwa banyak opini berkembang DPP Muhammadiyah tidak akan menghadiri sidang Isbat. Pria yang pernah menjadi Guru Teladan Se-Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, masalah akan hadir atau tidak, bukan kapasitasnya menjawab.

“Kalau ada isu yang berkembang bahwa Muhammadiyah tidak bakal menghadiri sidang Isbat, saya katakan bahwa itu bohong. Kita tunggu saja informasi yang lebih akurat,”pungkasnya.

0 Komentar:

Posting Komentar