Rabu, 29 Februari 2012

K.H. Abdullah Faqih Tutup Usia


Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, meninggal dunia, Rabu (29/2/2012).

Kiai kharismatik tersebut menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.30 WIB atau bertepatan dengan waktu Salat Maghrib. Kabar meninggalnya salah satu kiai khos dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu disampaikan secara resmi melalui situs langitan.net.

"Keluarga besar Pesantren Langitan berduka cita atas wafatnya KH Abdullah Faqih," tulis pengumuman itu.

Ulama terkemuka di kalangan Nahdliyin itu meninggal di usia 84 tahun. "Saya sangat terkejut dengan meninggalnya Mbah Kiai," terang Muhajir, salah satu santri Ponpes tua di tepi jalan Babat-Tuban tersebut. 

Di mata para santrinya, Kiai Faqih adalah tokoh yang sederhana, istiqomah dan alim. Kiai Faqih merupakan kiai utama di kalangan NU. Kiai Faqih lahir di Dusun Mandungan, Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak 1971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid.

"Sampai sekarang ini, saya seperti tidak percaya. Semoga saja, kesederhanaan Mbah Kyai  bisa ditiru santri-santri Langitan," sambungnya.

Kabar wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, Rabu (29/2/2012), membuat banyak orang berduka.

Selain santri dan alumni Ponpes tua di Jatim tersebut, kalangan Nahdliyin juga hampir sama. Sebab, Mbah Faqih, begitu ia biasa disapa oleh banyak warga, dalam kehidupannya menginspirasi terkait dengan pola hidup sederhana dan istiqomah.

Kepada blokBojonegoro.com, salah seorang putra Mbah Faqih, KH Ubaidillah Faqih menjelaskan, sebelum meninggal yang bersangkutan masih sempat memberikan semangat kepada para santri dan putera.

"Sebelum wafat, ada banyak santri dan putera berada di rumah," kata Gus Ubaid melalui ponselnya.

Menurut Gus Ubaid, walaupun kondisinya lemah, tetap semangat hidup dan kesahajaannya masih begitu tampak. Sehingga, para putra-putri yang berada di sekelilingnya saat itu sangat terharu.

"Kondisinya memang lemah, sehingga belum bisa berjalan. Namun, lima menit sebelum meninggal masih sempat berbicara dengan anak dan santri-santri," sambungnya.

Seperti diketahui, pada Bulan Oktober 2011 tahun lalu, Mbah Faqih sempat dirawat cukup lama di kamar 627 lantai 6 Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya. Kondisinya semakin lemah, walaupun setelah itu bisa kembali ke Ponpes Langitan.

Sejak terdengar kabar Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, para pelayat mulai berdatangan. Khususnya para santri yang rumahnya di sekitar Tuban, Bojonegoro dan Lamongan.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah seorang putra Mbah Faqih, KH Ubaidillah Faqih, kepada blokBojonegoro.com, Rabu (29/2/2012) malam. Dijelaskan, jika sejauh ini banyak yang mengucapkan bela sungkawa, khususnya melalui telepon.

"Mohon maaf ya, ini lagi banyak yang datang," kata Gus Ubaid, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

Menurutnya, pemakaman insya Allah akan dilaksanakan besok setelah salat Duhur di kompleks makam keluarga. "Semoga saja bisa berjalan dengan lancar," sambungnya.

Seperti diketahui, Mbah Faqih, begitu ia biasa disapa santri maupun alumni, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB atau setelah Magrib. Saat ini, beberapa putera berada di sisi almarhum beserta santri.

0 Komentar:

Posting Komentar