Minggu, 16 September 2012

IKPT Tak Merasa Serobot Lahan Veteran


Kisruh sewa lahan eks Pasar Raya Bojonegoro di Jalan Veteran masih belum usai. Dari hasil pengukuran tanah oleh PT Yumana Karya di Jalan Veretan yang kini dimanfaatkan oleh PT IKPT untuk keperluan pengembangan proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC) 2 diduga ada penyerobotan luas sewa lahan.

Pasalnya, dari total luas lahan 4,6 Hektare (Ha) yang ada, luas lahan yang tersisa hanya 8.975 meter persegi.  Sehingga, apabila pengukuran tersebut benar, maka PT IKPT telah melakukan penyerobotan atas tanah seluas 1,7 Ha. Menanggapi dugaan penyerobotan itu, Humas IKPT, Sunarto membantah telah menempati lahan di luar yang disewakan oleh Pemkab Bojonegoro. "Satu hektar itu luas lho, yang bilang siapa? Suruh mengukur lagi, ketemunya berapa," kata Sunarto.

Karena berdasarkan perjanjian, IKPT hanya menyewa seluas 2 Ha. Sunarto juga heran bagaimana bisa muncul tudingan penyerobotan. Namun, saat ditanya soal kontrak sewa lahan, Sunarto enggan menjelaskan secara gamblang. Dan tak lama kemudian ponselnya tidak bisa dihubungi.

Sebelumnya, pihak dewan meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga melakukan pengukuran untuk membuktikan kebenaran dari pengukuran yang dilakukan oleh PT Yumana Karya.

Sehingga, apabila dugaan penyerobotan tersebut terbukti benar. Maka, Pemkab diminta untuk bertanggungjawab atas permasalahan ini. Bentuk pertanggungjawaban yang dimaksud di antaranya, pihak PT IKPT harus menambahkan jumlah pembayaran uang sewa.
»»  Baca Selanjutnya...

Taklukan Persepa 4-0, SG Tuban Jawara


Turnamen Turnamen sepak bola segitiga Pacul Cup II tahun 2012, dengan penobatan Semen Gresik (SG) Tuban sebagai juara. Tim asal kota Toak tersebut dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah Persepa Pacul `84 dengan skor telak 4-0 pada pertandingan terakhir, di Lapangan Desa Pacul, Minggu (9/9/2012).

Dengan kemenangan SG Tuban, Persepa Pacul menjadi korban kedua setelah Cakra Kacangan, Tambakrejo Bojonegoro yang tumbang oleh SG Tuban dengan skor 8-0, Selasa (4/9/2012) lalu.

Menurut pelatih SG Tuban, Ali Efendi, meskipun menang 4-0, ada beberapa kelemahan terlihat pada anak asuhnya, yakni pernafasan kendor. " Selebihnya, ternyata taktik yang digunakan ampuh, setelah striker Edi ditarik keluar diganti Inyong, pada babak kedua," ungkap pelatih.

Sejak babak pertama dimulai, kedua tim sama-sama ngotot untuk lebih dulu mencetak gol. Akhirnya, lewat kerja sama tim, SG Tuban berhasil mencetak gol lewat tendangan Adi pada menit 17.

Pertandingan lebih menarik, ketika keunggulan  SG Tuban, 1-0 atas tuan rumah tidak mengendorkan serangan para pemainnya. Hingga, tuan rumah pun berusaha mengejar ketertinggalan, yang tak jarang melakukan pelanggaran. 

Akibatnya,  pemain belakang Persepa Pacul menjatuhkan pemain SG Tuban yang membuahkan tendangan bebas untuk SG. Tak mau menyianyiakan kesempatan, Aska yang dipercaya pelatih menjadi penendang tendangan bebas mampu merobek jala tuan rumah, skor pun berubah 2-0 pada menit 25.

Pada menit 33, lewat kerja sama yang cantik, Didik membawa SG Tuban unggul 3-0. Skor bertahan hingga babak pertama usai, untuk keunggulan SG Tuban.
»»  Baca Selanjutnya...

Ijazah UNIROW Tuban Ditolak untuk Daftar CPNS


Komisi C DPRD Tuban, akhirnya mempertemukan pihak Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, menyusul banyaknya komplain dari alumni yang mengeluhkan tidak diakuinya ijazah yang mereka miliki lantaran universitas tersebut belum terakreditasi.

Para alumni Unirow merasa dirugikan kampus karena terhalang saat akan mendaftar menjadi PNS. “Banyaknya sms yang masuk pada kami terkait masalah ini, jadi kita pertemukan di sini,” kata Ketua Komisi C DPRD Tuban, Musa.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unirow Tuban, Hadi Tugur, menyatakan masalah tersebut sudah ada sejak tahun 2004.  Padahal ijin Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sudah ada dan otomatis sudah memiliki akreditasi dari pemerintah. Sedang akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hanya sebagai penopang untuk peringkat tertentu.

“Sesuai aturan, lembaga yang sudah punya ijin penyelenggaraan perguruan tinggi saat mendaftar sudah termasuk akreditasi C,” kata Tugur dalam dengar pendapat dengan Komisi C DPRD dan BKD Tuban, Kamis (13/9).

Tugur menngungkapkan, saat ini semua jurusan yang ada di Unirow sudah mempunyai ijin penyelenggaraan. Sehingga semua sudah terakreditasi C. Meski begitu untuk saat ini baru ada dua jurusan yang mempunyai akreditasi B.

“Yang lainnya menunggu BAN-PT. Tapi, berkas akreditasi sebagai persyaratan sudah kami usulkan sejak  tahun lalu,” tandas Tugur. Tugur  mempertanyakan alasan tidak diperbolehkannya ijazah Unirow untuk mendaftar menjadi PNS. Karena dia melihat tidak ada peraturan yang melarang itu dan di daerah luar Tuban juga tidak ada syarat ijazah minimal harus diakreditasi BAN-PT.

Sementara itu, Kepala BKD Tuban, Nur Hasan mengatakan permasalahan ini menjadi evaluasi dalam perekrutan CPNS 2013 mendatang. Sebab selama ini BKD Tuban bertindak hanya sebagai panitia penyelenggara CPNS. Sedang semua prasyarat dan perekrutan adalah wewenang dari pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Kita hanya menjalankan tugas. Semua aturan dari pusat,” ujar Nur Hasan
.

»»  Baca Selanjutnya...

Bayar Pajak Kendaraan, Dapat Hadiah Motor


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dinas Pendapatan Daerah Jawa Timur (Dipenda) ke-50. Samsat Bersama Tuban menyediakan beragam hadiah bagi pembayar pajar kendaraan.
Adpel STNK dan PKB Samsat Bersama Tuban, Soeseno, Sabtu (15/09/2012) mengatakan bahwa undian ini serentak dilakukan di Samsat seluruh Jawa Timur. Dan periode wajib pajak kendaraan yang berkesempatan mendapatkan undian adalah, yang melakukan pembayaran hingga 31 Oktober Mendatang.
“Hadiah utamanya sebuah sepeda motor, selain itu juga kita siapkan Kulkas, TV, Sepeda angin, kompor gas, magic jar, DVD, kipas angin. Saya berharap hal ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan peluang dapat hadiah dengan segera membayar pajak kendaraanya,” ungkapnya.
Diketahui, dari 46 kantor Samsat  diseluruh Jawa Timur itu sudah memajang hadiahnya. Dan serentak akan melakukan pengundian pada tanggal yang telah ditentukan. Dan akan diumumkan pada masing-masing kantor Samsat di daerah
»»  Baca Selanjutnya...

Jumat, 14 September 2012

Haeny Terancam Di-Plt-kan


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (P-Golkar) Kabupaten Tuban mulai menunjukkan gejala bakal munculnya “sedikit” gejolak. Sumber terpercaya di jajaran pengurus DPD partai peninggalan Orde Baru ini menyebutkan, sejumlah Pimpinan Kecamatan (Pimcat) sudah bersepakat untuk mengusulkan Ketua Umum DPD P-Golkar Kabupaten Tuban, Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si, di-Plt-kan, alias diberhentikan. Alasannya, sejak suaminya, H. Ali Hasan, berpulang ke Rahmatullah pasca kekalahan Haeny Relawati pada Pemilukada Bupati 2011 lalu, mantan Bupati Tuban dua periode tersebut tidak lagi aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pimpinan Partai.
“Sudah ada lima Pimcat yang menandatangani Surat Usulan Pemberhentian Bu Haeny. Berikutnya akan segera menyusul Pimcat-pimcat yang lain,” sebut sumber yang enggan dipublikasikan identitasnya itu. Sumber tersebut juga enggan menyebut Pimcat mana saja yang sudah menanda-tangani surat usulan itu. Masih rahasia, dalihnya.
Sumber tersebut juga mengklaim usulan tersebut telah mendapat respon positif dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, lantaran realitanya Haeny Relawati memang sudah tak memiliki waktu banyak untuk mengurus parpol. Saat ini mantan istri mendiang pengusaha ternama di Tuban itu lebih fokus mengurus keluarga.
Issue yang beredar, Kristiawan yang saat ini masih duduk di kursi Ketua DPRD Tuban yang bakal diajukan sebagai penerus kepemimpinan Haeny Relawati di Parpol berlambang pohon beringin itu, dengan status jabatan sebagai Pejabat Ketua Umum Sementara (Plt), sampai dengan Musyawarah DPD digelar. Kristiawan menurut beberapa sumber di DPD dan Pimcat, dipandang satu-satunya sosok yang paling pantas mengemban amanah memimpin P-Gokar DPD Kabupaten Tuban.
“Beliau sudah punya pengalaman politik lumayan bagus, terbukti sampai sekarang masih menjabat Ketua DPRD. Beliau juga yang maju sebagai Wakil Partai Golkar dalam Pemilukada kemarin. Jadi sudah pas kalau beliau yang meneruskan kebijakan-kebijakan Bu Haeny untuk Golkar,” kata sumber tersebut.
Namun Kristiawan sendiri mengaku belum tahu masalah tersebut saat dihubungi sosialnews.com, Jum’at (7/9). Menurutnya, Pimcat memang memiliki hak untuk mengajukan usulan penggantian pimpinan DPD, tetapi hal itu tetap menunggu keputusan masyawarah Pimpinan DPD. Ia berharap pengurus maupun kader Golkar tidak terburu-buru mengambil sikap, sebab dikhawatirkan membuahkan hasil yang kurang baik bagi kelangsungan Partai.
Disinggung kesiapannya meneruskan kepemimpinan Haeny Relawati, Kristiawan mengatakan, sebagai seorang kader, dirinya memang harus selalu siap menerima tugas dan tanggung jawab apapun untuk membesarkan partai. “Kader Golkar tidak boleh menolak tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan padanya,” jawab alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar ini.
Beberapa pengurus DPD dan Pimcat juga mengaku belum mengetahui persis masalah rencana penghentian Haeny Relawati dari jabatan Ketua Umum DPD. M. Musa, S.Ag, Ketua Pimpinan Kecamatan Semanding mengatakan, desas-desus itu memang sudah lama berhembus di kalangan pengurus DPD, Pimcat dan kader-kader Partai Golkar. Tetapi menurutnya, lebih baik masalah tersebut dibicarakan terlebih dahulu dalam Musyawarah Pimpinan DPD. “Saya harap ya nggak ada yang berjalan sendiri-sendiri, karena itu akan menimbulkan preseden buruk bagi Partai Golkar ke depan,” kata M. Musa.
Gejolak di tubuh partai pohon beringin ini nampaknya tidak sebatas upaya peralihan jabatan Ketua Umum DPD, tetapi juga merambah ke seluruh jabatan pengurus struktural lainnya. M. Musa yang kini duduk di Komisi C DPRD Tuban mengakui adanya issue yang berkembang bahwa ada sebagian kecil kader Partai Golkar yang menghendaki perombakan total struktur kepengurusan DPD. Sepengetahuan M. Musa, issue itu beralasan demi kepentingan peremajaan dan penyehatan DPD Kabupaten Tuban. ” Menurut pihak itu, Partai Golkar tidak memiliki kekuatan karena dikuasi kader-kader tua. Makanya perlu diremajakan,” kata M.Musa.
»»  Baca Selanjutnya...