Rabu, 29 Februari 2012

Tak Diserang Hama, Harga Jagung Naik


Akhirnya, para patani jagung bisa tersenyum gembira. Sebab, tanaman jagung miliknya tak diserang penyakit. Harga jagung pun mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang petani jagung bernama Sutrisno warga Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Menurutnya, saat ini harga jagung naik Rp 400 dengan kisaran harga Rp 2.200.

"Sebelumnya, harga jagung hanya Rp 1.800 dan para petani merugi. Sebab, seluruh tanaman terserang hama sehingga menjadi busuk. Dengan harga itu, pengembalian modal tanam tidak ada," jelas Sutrisno, Minggu (26/2/2012).

Ia dan petani lain juga berharap agar untuk ke depan hasilnya semakin membaik. Sehingga, harga jual jagung bisa mencapai Rp 3.000 per kilogram (kg) dan petani bisa tersenyum.

"Hasil ini saya jual ke pasaran. Karena hasilnya bagus, akhirnya laku keras di pasaran. Bahkan ada pembeli dari luar kota mas," imbuh petani itu sambil tersenyum. 
»»  Baca Selanjutnya...

K.H. Abdullah Faqih Tutup Usia


Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, meninggal dunia, Rabu (29/2/2012).

Kiai kharismatik tersebut menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.30 WIB atau bertepatan dengan waktu Salat Maghrib. Kabar meninggalnya salah satu kiai khos dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu disampaikan secara resmi melalui situs langitan.net.

"Keluarga besar Pesantren Langitan berduka cita atas wafatnya KH Abdullah Faqih," tulis pengumuman itu.

Ulama terkemuka di kalangan Nahdliyin itu meninggal di usia 84 tahun. "Saya sangat terkejut dengan meninggalnya Mbah Kiai," terang Muhajir, salah satu santri Ponpes tua di tepi jalan Babat-Tuban tersebut. 

Di mata para santrinya, Kiai Faqih adalah tokoh yang sederhana, istiqomah dan alim. Kiai Faqih merupakan kiai utama di kalangan NU. Kiai Faqih lahir di Dusun Mandungan, Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak 1971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid.

"Sampai sekarang ini, saya seperti tidak percaya. Semoga saja, kesederhanaan Mbah Kyai  bisa ditiru santri-santri Langitan," sambungnya.

Kabar wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, Rabu (29/2/2012), membuat banyak orang berduka.

Selain santri dan alumni Ponpes tua di Jatim tersebut, kalangan Nahdliyin juga hampir sama. Sebab, Mbah Faqih, begitu ia biasa disapa oleh banyak warga, dalam kehidupannya menginspirasi terkait dengan pola hidup sederhana dan istiqomah.

Kepada blokBojonegoro.com, salah seorang putra Mbah Faqih, KH Ubaidillah Faqih menjelaskan, sebelum meninggal yang bersangkutan masih sempat memberikan semangat kepada para santri dan putera.

"Sebelum wafat, ada banyak santri dan putera berada di rumah," kata Gus Ubaid melalui ponselnya.

Menurut Gus Ubaid, walaupun kondisinya lemah, tetap semangat hidup dan kesahajaannya masih begitu tampak. Sehingga, para putra-putri yang berada di sekelilingnya saat itu sangat terharu.

"Kondisinya memang lemah, sehingga belum bisa berjalan. Namun, lima menit sebelum meninggal masih sempat berbicara dengan anak dan santri-santri," sambungnya.

Seperti diketahui, pada Bulan Oktober 2011 tahun lalu, Mbah Faqih sempat dirawat cukup lama di kamar 627 lantai 6 Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya. Kondisinya semakin lemah, walaupun setelah itu bisa kembali ke Ponpes Langitan.

Sejak terdengar kabar Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, KH Abdullah Faqih, para pelayat mulai berdatangan. Khususnya para santri yang rumahnya di sekitar Tuban, Bojonegoro dan Lamongan.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah seorang putra Mbah Faqih, KH Ubaidillah Faqih, kepada blokBojonegoro.com, Rabu (29/2/2012) malam. Dijelaskan, jika sejauh ini banyak yang mengucapkan bela sungkawa, khususnya melalui telepon.

"Mohon maaf ya, ini lagi banyak yang datang," kata Gus Ubaid, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

Menurutnya, pemakaman insya Allah akan dilaksanakan besok setelah salat Duhur di kompleks makam keluarga. "Semoga saja bisa berjalan dengan lancar," sambungnya.

Seperti diketahui, Mbah Faqih, begitu ia biasa disapa santri maupun alumni, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB atau setelah Magrib. Saat ini, beberapa putera berada di sisi almarhum beserta santri.
»»  Baca Selanjutnya...

RUU Desa Dinilai Kebiri Otonomi Desa


Desa Merdeka – Blitar : Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) Kab. Blitar, dalam aksi unjuk rasa di Gedung Dewan menyatakan bahwa RUU Desa yang telah diserahkan Presiden kepada DPR RI telah mngkebiri Otonomi Desa.
Sekretaris FKPD Kab. Blitar, Rudi Puryono menyatakan rancangan Undang-Undang Desa yang di bahas oleh DPR RI, dinilai mengebiri otonomi desa. terbukti Pj. Kepala Desa harus di isi oleh PNS. Sehingga hal ini menutup kesempatan bagi tokoh masyarakat desa yang mempunyai kemampuan mengisi kekosongan jabatan.
Selain menutup peluang tokoh masyarakat menjadi PJ Kepala Desa, RUU Desa juga mengancam keberadaan perangkat desa yang usianya diatas 56 tahun. Menyusul ditetapkannya usia maksimal perangkat desa 56 tahun.
Untuk itu melalui DPRD Kab. Blitar, FKPD menyampaikan beberapa masukan diantaranya perangkat desa diangkat menjadi PNS, usia perangkat 60 tahun, masa jabatan Kades 8 tahun dan alokasi dana desa langsung turun ke desa dengan nominal 10 % dari APBN.
Berkenaan dengan masukan yang diberikan FKPD tentang RUU Desa, Wakil Ketua DPRD Kab. Blitar, Edi Masna mengatakan, akan menyampaikan ke anggata DPRD RI. Diharapkan aspirasi dari FKPD menjadi pertimbagan pembahsan RUU Desa di DPR RI.
»»  Baca Selanjutnya...

PKB Dukung Alokasi Pengelolaan 10% APBN ke Desa


Desa Merdeka – Jakarta : Abdul Malik Haramain anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap desa dijadikan subyek pembangunan tidak seperti paradigma yang sekarang berkembang yaitu desa hanya dijadikan obyek.
Saat dihubungi wartawan Selasa (28/2)., Malik mengatakan  ”Desa harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Jadi, desa membangun, bukan membangun desa. Dari perencanaan, pengerjaan, sampai pengawasan, desa harus berperan. Paradigma itu harus ditegakan,”
Poin krusial lain, katanya, pansus ingin memastikan kalau pembangunan benar-benar dilakukan di desa. Karenanya, harus ada dana khusus dari APBN ke desa yang pengelolaannya diserahkan musyawarah di tingkat desa.
Terkait anggran 10% APBN ke Desa seperti yang diusulkan Parade Nusantara, PKB menyatakan dukungannya. ”PKB minta 10 persen diberikan ke desa secara langsung. Jadi kira-kira Rp 120 triliun. Tapi, dana itu tida diberikan langsung. Ada mekanisme. Dana keluar ke desa kalau ada usulan pembangunan konkret,” jelas dia.
Dalam hal mekanismenya, bisa saja langsung ke pemda, pemprov, atau bisa langsung ke kementerian yang menangani itu. Dalam hal ini kementerian dalam negeri. Namun, untuk itu pengawasan harus diperkuat sehingga dapat menghilangkan penyelewengan.
Malik juga menjelaskan bahwa pansus juga ingin menegaskan posisi desa sebagai bagian dari pemerintahan.
Malik juga memperkirakan, akan ada perdebatan terkait poin akses pemberian dana langsung. Karena itu terkait keseimbangan anggaran.
»»  Baca Selanjutnya...

Inilah Calon Anggota Pansus RUU Desa


Desa Merdeka – Jakarta : Rapat Paripurna ke III hari ini (28/02) salah satu agendanya adalah penetapan Panitia Khusus pembahasan Rancangan Undang Undang (Pansus RUU). Dalam rapat kali ini ada dua pansus yang ditetapkan, yaitu Pansus RUU Keamanan Nasional (Kamnas) dan Pansus RUU Pemerintah Daerah dan RUU Pemerintah Desa.
Berdasarkan sumber desa merdeka di DPR, dalam penetapan Pansus RUU Pemerintah Daerah dan RUU Pemerintah Desa ditetapkan calon  anggota yang berjumlah 30 anggota yatu :
Partai Demokrat  ( 8 anggota )
  1. H Darizal Basir
  2. Drs. H Abdul Gaffar Patappe
  3. H. Abdul Wahab Dalimunhte SH
  4. Drs Ramadhan Pohan MIS
  5. Gede Pasek Suardika SH MH
  6. Ir. Nanang Samodra KA Msc
  7. H Subyakto SH MH
  8. Drs Eddy Saledi SH
Partai Golkar ( 6 anggota)
  1. Drs Haji Ibnu Munzir
  2. Nurul Arifin SIP MSi
  3. Taufik Hidayat Msi
  4. H Hardisoesilo
  5. Ir. Ali Wongso Halomoan Sinaga
  6. Ir. Bambang Sutrisno
PDI Perjuangan ( 5 anggota)
  1. Ganjar Pranowo
  2. Arif Wibowo
  3. Budiman Sudjatmko
  4. Nursuhud
  5. Ir. Theodorus Jacop Koekerits
PKS ( 3 anggota )
  1. Hermanto SE MM
  2. H. Yan Herizal SE
  3. Ir. Abdul Aziz Sunseno MT
PAN ( 2 anggota )
  1. H. Totok Daryanto SE
  2. Drs Rusli Ridwan Msi
PPP ( 2 anggota )
  1. H. Akhmad Muqowam
  2. DR AW Thalib Msi
PKB ( 2 anggota )
  1. H Bachrudin Nasori SSI MM
  2. Drs H Otong Abudurrahman
Partai Gerindra ( 1 anggota )
  1. Hj. Mestariyani Habie SH
Partai Hanura ( 1 anggota )
  1. Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati  MSi
Meskipun tidak masuk menjadi anggota Pansus RUU Pemerintah Daerah dan RUU Desa, Sumaryoto menanggapi baik atas dibentuknya Pansus tersebut. ”Saya sangat mengapresiasi baik pembentukan pansus ini, semoga dengan pansus ini UU Desa yang akan disyahkan kedepan menjadi lebih komprehensif” kata Sumaryoto saat dihubungi desamerdeka.
»»  Baca Selanjutnya...