Rabu, 18 Juli 2012

Pelaksanaan e-KTP di Tuban Sudah Mencapai 60 %


Hingga saat ini pelaksanaan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kabupaten Tuban sudah mencapai 60 persen. Sesuai dengan Surat Edaran Mendagri , Program yang menelan dana APBD hingga Rp. 4,2 milyar ini ditargetkan selesai minggu kedua bulan Oktober 2012 mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang  Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Tuban, Djoko  Ludiono di ruang kerjanya, Rabu (18/07/2012).

“Alhamdulillah Untuk Kecamatan Kenduruan bulan ini sudah selesai. Sesuai dengan target kami beberapa kecamatan lainya seperti Bangilan, Senori, Tambakboyo, Singgahan, Parengan, Montong, Jenu, Widang,  Grabagan dan beberapa kecamatan lainya akan selesai pada bulan September,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Kecamatan yang banyak wajib e-KTP adalah Kec. Palang, Kec. Soko, Kec. Semanding dan Kec. Kota tetap akan kita tuntaskan pada awal Oktober mendatang. Lebih lanjut mantan Aktivis HMI ini juga menambahkan, Pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik dan karena  terpenuhinya beberapa faktor yang penting.

Seperti kinerja operator yang maksimal, alat yang disediakan dimasing-masing kecamatan serta kesadaran warga juga sangat mendukung untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat tersebut. Beberapa kendala yang ditemui adalah alat yang error sehingga mengganggu pelayanan masyarakat.

“Akibatnya setelah menerima laporan, saya langsung meluncur ke Jakarta untuk memperbaiki dan menukar alat supaya besuk pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi terkait lambatnya proses cetak e-KTP tersebut, mantan Camat Grabagan ini mengatakan bahwa banyaknya tahapan yang harus dilakukan. Mulai pemindai kornea mata dan sidik jari. “Di lokasi pelayanan langsung diambil data base masyarakat dan sidik jari. Setelah itu data dikirim ke pusat dan sekitar sekitar 2 minggu KTP nya langsung dibagikan kepada warga. Saat penyerahan itu KTP jenis lama langsung ditarik,” jelasnya.
»»  Baca Selanjutnya...

Membumikan ASWAJA di Bumi Wali


ASWAJA, istilah ini mungkin belum terlalu familiar di telinga, tetapi ketika di jabarkan ASWAJA merupakan singkatan dari Ahlisunnah Wal Jamaah yang sudah familiar ditelinga masyarakat terutama kalangan Nahdliyin. Tetapi diera globalisasi ini penganut Aswaja mendapat tantangan baru dengan adanya Firqoh lain yang mencoba melebarkan sayapnya di Indonesia, tetapi tantangan ini tidak dianggap sebagai hambatan tetapi sebagai motivasi. Motivasi ini ditunjukkan dengan berdirinya Aswaja NU Centre di Jawa timur termasuk di Tuban dengan tujuan untuk membekali masyarakat dengan paham Ahlisunnah Wal Jamaah dan membentengi dari pengaruh Firqoh lain. Perlu membumikan kembali nilai-nilai Aswaja.

Akhir-akhir ini muncul kasus yang mengancam keutuhan NKRI sebagai sebuah bangsa dan negara kesatuan, dan ini perlu mendapat paerhatian khusus, dalam hal ini agama memiliki peran penting. Selain sebagai penuntun spritual dan moral bagi warga negara, agama pun berperan sebagai filter yang menyaring budaya yang layak dan atau sebagai tali pengikat masyarakat.  Agama dapat menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan lokal itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Dengan kata lain, akulturasi nilai-nilai agama (dalam konteks ini adalah Aswaja) dan budaya lokal (kie-indonesia-an) sebagai strategi pengukuhan jiwa nasional kembali.

Selain dilaksanakan Pengukuhan Pengurus Aswaja NU Centre kabupaten Tuban, Aswaja NU Centre Jatim melaksanakan pula Olimpiade Aswaja dengan tujuan untuk mengukuhkan dan mensosialisasikan nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jawaah kepada masyarakat,menanamkan sikap nasionalisme dan menumbuhkan potensi ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini diselenggarakan dua tahap, babak penyisihan yang akan diselenggarakan di empat zona dan babak final diselenggarakan di PWNU Jatim di Surabaya, adapun empat zona tersebut adalah Malang, Tuban, Jombang dan Bangkalan.

Seperti di Zona Lain, Zona Tuban yang terdiri dari Tuban, Ngawi, Gresik, Bawean, Lamongan, Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kangean, Masalembu dan Sidoarjo juga melaksanakan Olimpiade Aswaja ini pada hari Minggu Tanggal 2 juni 2012 bertempat di Pondok Pesantren Sunan Bejagung Semanding Tuban. Perlombaan terdiri dari Lomba Pidato Aswaja, Cerdas Cermat, Qasidah Rebana, Al-Banjari dan Karya tulis Ilmiah Aswaja.

Dalam sambutannya Bupati Tuban H. Fathul Huda sangat senang dengan dilaksanakannya Olimpiade Aswaja di Tuban. “Tidak Berlebihan Jika Tuban menyandang Bumi Wali” kata beliau. Sebutan Bumi Wali yang disandang juga memiliki konsejuensi yang harus ditanggung yaitu dengan menambah ke-religiusan dan mengurangi segala kemaksiatan yang ada di Kabupaten Tuban. Dengan Bumi Wali diharapkan Barokah Wali akan terus mengalir. Barokah ini sudah bisa dirasakan dengan didapatnya penghargaan prestasi tingkat Provinsi bahkan nasional seperti, Adipura, WTP, WTN, Adiwiyata, Kalpataru dan penghargaan-penghargaan yang lain.

Kehidupan saat ini yang semakin maju mengakibatkan semakin berkurangnya faham NU dan Aswaja yang sebenarnya, banyak Orang NU yang tidak mengerti ke-NU-annya. Oleh sebab itu Olimpiade Aswaja dirasa tepat dan diharapkan mampu membentengi generasi muda dari Firqoh lain yang mungkin menyesatkan. Dengan Organisasi yang bagus dan terbentengi diharapkan kedepan NU semakin bisa berperan di masyarakat.

Rangkaian acara di Ponpes Sunan Bejagung tidak hanya berhenti pada pelaksanaan Olimpiade Aswaja, pada hari selasa tanggal 5 Juni 2012 dilaksanakan Pengajian dalam rangka Haul Ponpes Sunan Bejagung yang ke 14. Dalam acara ini ceramah agama diisi langsung oleh KH. Miftahul Ahyar, Rois Suriyah PWNU Jatim yang juga menyoroti pentingnya faham Aswaja difahami oleh para Nahdliyin. Diikuti ratusan jamaah pengajian ini berlangsung Khidmad dan lancar.
»»  Baca Selanjutnya...

Tuban Raih Kembali Penghargaan P2BN Tahun 2012


Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Bupati Tuban, H. Fathul Huda kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini penghargaan yang diraih tersebut adalah Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2012. Hal ini sesuai dengan undangan dari Direktorat Budidaya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sedianya penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Lt 11, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2012.

Di Provinsi Jawa Timur terdapat 16 Kabupaten/ Kota yang mendapat penghargaan ini termasuk Kabupaten Tuban,  Adapun pertimbangan penerimaan penghargaan ini, karena Kabupaten Tuban dinilai berhasil meningkatkan produksi beras nasional diatas 5 Persen.

Penghargaan P2BN ini menjadi motivasi tersendiri bagi Pemkab Tuban untuk terus melakukan intensifikasi bidang pertanian, misalnya melakukan pembinaan terhadap para kelompok tani,  peningkatan infrastruktur, sarana produksi dan keterampilan petani serta membantu ketersediaan pupuk.
»»  Baca Selanjutnya...

HIPPA Subur Makmur "Klotok - Plumpang" Terbaik Se-Indonesia



Kelompok petani Desa Klotok, Kec. Plumpang, Tuban nampaknya patut dibanggakan. Pasalnya berhasil mendapatkan juara 1 Lomba Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 27 mei hingga 01 juni 2012 lalu, di Batam.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 Provinsi di tanah air ini. Diantara kelompok peserta HIPPA yang berhasil lolos untuk masuk 5 besar adalah Jawa Timur yang diwakili oleh Tuban, Yogjakarta, Jawa Tengah, NTB dan Jawa Barat.

Kepala Desa Klotok, Suprayitno, Selasa (17/07/2012) mengatakan prestasi ini sangat menggembirakan karena dari seluruh provinsi yang ikut, melalui Kelompok Petani Pengguna Air desa Klotok, Tuban menjadi peserta yang terbaik.

“Kelompok HIPPA yang kami punya sangat berkualitas. Dalam lomba yang diselenggarakan di Batam kemarin, kita dituntut untuk mempresentasikan profil, tanya jawab dan sarasehan yang diwakili oleh Koordinator HIPPA kami Purwanto dan Nursalim,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, kemenangan yang diperolehnya ini disebabkan oleh beberapa hal-hal teknis yang tidak dimiliki oleh kelompok-kelompok lainya. Diantaranya legalitas HIPPA, AD/ART yang dijalankan dengan baik.

Yang lebih penting lagi adalah sistem pompanisasi dengan mengambil air dari Bengawan Solo sudah memiliki izin melalui Unit P2T Surabaya. selain itu, melalui empat pompa induk air disalurkan ke 22 pompa diesel untuk mengairi lahan warga.

“Dan pada saat musim hujan kita sudah menyiapkan untuk pembuangan air yang menggenangi sawah setelah hujan turun. Untuk proses pembuanganya kita sudah menyiapkan tiga sungai kecil untuk mengatasi hal tersebut,” tutur Kades lulusan Pasca Sarjana UGM tersebut.

Selain itu, Kades yang juga mantan Dosen Universitas Wangsa Manggala ini juga menambahkan, bahwa Kelompok HIPPA binaanya ini juga sering menyabet juara ada beberapa lomba lainya, baik tingkat lokal, regional sampai nasional.

Yakni mendapatkan juara 1 HIPPA di Malang, juara 1 lomba desa tingkat Kabupaten yang mendapatkan hadiah Rp. 100 juta. Lalu hampir beriringan dengan lomba di Batam, Desa Klothok juga mendapatkan tinjauan lapangan dari Dirjen Kementrian Pertanian, Dirjen Kementrian Dalam Negeri, Dirjen Kementrian PU, Dosen IPB dan perwakilan dari LSM .

Sementara itu, menurut ketua HIPPA Subur Makmur, Suprayitno Keberadaan Kelompok Petani Pengguna Air ini sangat memberikan manfaat yang sangat besar terhadap mata pencaharian masyarakat Desa Klotok. Dengan lancarnya saluran irigasi pertanian tentu akan dapat mendorong hasil panen yang melimpah

“satu hektar tanah hasilnya mencapai 10 sampai 11 ton, Jumlah areal yang kami punya mencapai 600 hektar. Jadi penghasilan total keseluruhan musim panen kemarin mencapai Rp. 1 Milyar,” tuturnya.
»»  Baca Selanjutnya...

Muhammadiyah, Awali Puasa pada Hari Jum'at


Meski pemerintah belum menetapkan awal puasa, namun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Tuban telah memastikan bahwa awal Ramadan 1433 Hijriah jatuh pada Jumat, tanggal 20 Juli 2012.

Hal ini berdasarkan keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Muhammadiyah yakni dalam Maklumat DPP nomor 01/MLM/I.0/E/2012 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriah, serta imbauan menyambut bulan suci Ramadan.

Ketua DPD Muhammadiyah Tuban, Mamba’ul Musofa mengatakan, keputusan itu merupakan hasil perhitungan adanya hilal (hisab wujudul hilal) oleh Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Keputusan tersebut telah disebarkan ke semua anggota organisasi keagamaan ini sejak pertengahan Juni dan akan diikuti oleh warga Muhammadiyah di bumi Ronggolawe. Musofa menambahkan, dengan keputusan itu warga Muhammadiyah akan menjalankan ibadah puasa selama 30 hari, yakni dari 20 Juli hingga 18 Agustus 2012.

“Pada Kamis malam, dilaksanakan Shalat Tarawih. Esoknya, Jumat, 20 Juli, mulai puasa,” kata Agus, saat ditemui dikantornya, Minggu (14/07/2012).

Lebih lanjut Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tuban ini menjelaskan, bahwa saat tanggal 19 Juli itu, posisi hilal 1 derajat 38 menit 48 detik di seluruh Indonesia. “Saat matahari tenggelam bulan berada diatas ufuk, sehingga 1 Ramadan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012,” Tuturnya.

Sedangkan, mengenai untuk awal puasa versi pemerintah, Musofa mengaku belum mengetahui, karena Kementerian Agama (Kemenag) belum melakukan sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan. “Diperkirakan untuk lebaran akan sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi mungkin puasanya lebih awal,” ujarnya.

Namun demikian, jika memang ada perbedaan nantinya, masyarakat diharapkan bisa menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. “Kami berharap, semua pihak bisa menghargai dan menghormati perbedaan pendapat. Agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” tandasnya.

Saat ditanya tentang sidang isbat, bahwa banyak opini berkembang DPP Muhammadiyah tidak akan menghadiri sidang Isbat. Pria yang pernah menjadi Guru Teladan Se-Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, masalah akan hadir atau tidak, bukan kapasitasnya menjawab.

“Kalau ada isu yang berkembang bahwa Muhammadiyah tidak bakal menghadiri sidang Isbat, saya katakan bahwa itu bohong. Kita tunggu saja informasi yang lebih akurat,”pungkasnya.
»»  Baca Selanjutnya...