Sabtu, 18 Februari 2012

Kunjungan Kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf ke Tuban

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf atau biasa di penggil Gus Ipul mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban pada hari senin tanggal 13 Februari 2012, dimulai dengan pertemuan Gus Ipul dengan Bupati Tuban H. Fathul Huda dan Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si di rumah dinas Bupati kompleks Pendopo Krido Manunggal Tuban.

Kunjungan Kerja Wagub dilanjutkan dengan menjadi pembicara dalam Pendidikan Karakter  Siswa Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di SMA Negeri 1 Grabagan dan Launching SMP Negeri 2 Rengal sebagai Sekolah Tanggap Bencana, di dua acara tersebut beliau didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan dr. H. Tri Hadi Sanyoto, MM, Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra Drs. Mahmudi, M.Si dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disdikpora Tuban Didik Purwanto.

Dalam Sosialisasi di SMAN 1 Grabagan dengan gaya khasnya gus ipul bisa menyatu dengan audensi yang sebagian besar terdiri dari perwakilan siswa-siswi SMA Se-Kabupaten Tuban, Wagub menerangkan akan bahaya narkoba yang semakin mengancam,  saat ini narkoba sudah menjalar pada usia sekolah dan tidak hanya di perkotaan narkoba juga mulai masuk dipedesaan. Di sela-sela materi Gus ipul mengajak siswa untuk bernyanyi dan mengekspresikan diri mereka di hadapan peserta sosialisasi yang lain. Diharapkan sekitar 1000 siswa yang hadir dalam acara bisa menjadi penyebar kebiasaan baik ini dengan menjauhi narkoba dan dapat berprestasi sebaik mungkin. 

Sedang di SMPN 2 Rengel Wagub merasa sangat senang dan bangga melihat sekolah yang bersih, asri dan sangat memperhatikan lingkungan, dalam sambutannya Gus ipul juga sangat bangga terhadap siswa di SMPN 2 Rengel yang telah mendeklarasikan diri mereka menjadi Siswa yang tanggap terhadap bencana, sebagaimana diketahui Rengel sendiri termasuk daerah yang rawan akan bencana banjir. Kebiasaan menjaga lingkungan juga diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat sekitar karena dengan ulah tangan manusia bencana dapat terjadi dan dengan kesadaran bersama juga bencana dapat diminimalisir. Kegiatan yang di awali dengan simulasi bencana oleh siswa SMPN 2 Rengel ini diakhiri dengan Penanaman Pohon Oleh Gus Ipul.
»»  Baca Selanjutnya...

SBY Melecehkan dan Membohongi Kepala Desa


Desa Merdeka – Sragen : Penyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih suka para kades turun ke sawah mencari solusi kesultan petani membohongi kepala desa karena SBY juga sibuk ngurusi partai Demokrat.
“Ini pernyataan satir SBY. SBY sudah berbohong, sebab SBY berjanji akan segera menggolkan RUU Desa. Kepala Desa akan mengikuti perintah itu, dengan syarat SBY jangan sibuk mengurusi partainya. Begitu juga pemerintah harus mengesahkan RUU Desa,” tegas Ketua Umum Parade Nusantara, Sudir Santoso, kepada wartawan (17/2).
Parade Nusanta yang merasa ikut andil dalam keterpilihan SBY sebagai presiden dinilai melecehkan orang desa karena belum melahirkan UU Desa.
Menurut Sudir, Parade Nusantara tetap akan turun ke jalan hingga RUU Desa disyahkan. “Parade Nusantara punya andil dalam dua kali pemilihan SBY sebagai presiden. SBY tak usah ngurusin orang desa, yang terjadi saat ini justru melecehkan orang desa. SBY belum mewujudkan apa yang telah dijanjikannya. SBY berjanji akan melahirkan UU Desa. SBY sudah membohongi orang desa,” tegas Sudir.
Meskipun tidak melarang, SBY menghimbau daripada turun ke jalan, lebih baik para kades turun ke sawah untuk menyelesaikan problem warganya.
Hal tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono dalam panen raya di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jumat (17/2/2012). “Sebenarnya saya lebih senang kalau para kades itu berbondong-bondong ke sawah, untuk mengenali dan menyerap masukan serta kesulitan petani dan kemudian dicarikan solusinya,” ujar Presiden SBY.
»»  Baca Selanjutnya...

SBY : Lebih Senang Kades ke Sawah Meski Boleh Juga Unjuk Rasa



Desa Merdeka – Sragen : Hari kedua kunjungan kerja di Jawa Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, melakukan Panen Raya Padi Inpari-13 di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (17/2) pukul 09.00 WIB. Areal persawahan ini merupakan kawasan GP3K (Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan berbasis Koperasi).
Setibanya di areal persawahan, Presiden langsung turun ke sawah untuk memanen padi bersama para menteri pendamping, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, dan penemu padi Inpari-13 Profesor Baihaqi.
Usai memanen padi, dilakukan penyerahan bantuan berupa pupuk Petroganik sebanyak 500 ton oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo kepada kelompok tani dari 20 kecamatan di Kabupaten Sragen. Bantuan ini diserahkan kepada tiga perwakilan kelompok tani, yaitu Suratman (dari kelompok Tani Mulyo, Desa Njetak, Kecamatan Sidoarjo), Suwarno (Tani Lestari, Desa Gondang, Kecamatan Gondang), dan Paniyo (Tani Mulyo, Desa Gowan, Kecamatan Tanon).
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Kabupaten Sragen yang mampu menghasilkan 7-8 ton padi per hektar. Jateng merupakan salah satu lumbung padi andalan. Secara nasional, produksi padi per hektar di Indonesia mencapai 5,1 ton. Namun, di Jateng sendiri bisa mencapai 7,8 ton per hektar. “Saya senang sekali. Saya harap ini bisa dijaga dan ditingkatkan,” ujar SBY.
Selain itu, Presiden SBY juga meminta jajaran pemerintah daerah mulai dari gubernur hingga kepala desa lebih memberikan perhatian dan sering turun ke lapangan untuk bertemu para petani. Semua itu perlu dilakukan agar bisa memahami kebutuhan petani, yang berguna untuk membuat kebijakan dan solusi yang tepat.
“Banyak kepala desa berbondong-bondong melakukan unjuk rasa, tidak apa, itu hak politik mereka. Tapi saya lebih senang kalau mereka itu turun ke sawah, bertemu langsung dengan rakyatnya, bertemu langsung dengan petani,” SBY menegaskan. “Jika hal ini bisa dilakukan, maka suatu saat nanti produksi padi nasional kita bisa mencapai 8 ton per hektar,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden SBY juga pernah berkunjung ke Bumi Sukowati ini, pada Juni 2009, untuk meresmikan Technopark Ganesha Sukowati Sragen. Sragen dipilih sebagai lokasi panen raya di Jateng karena kabupaten ini mampu meningkatkan jumlah produksi padinya sampai 4 persen. Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), surplus beras Kabupaten Sragen pada tahun 2011 mencapai 232.498 ton.
Kabupaten Sragen merupakan pelopor padi organik. Sebetulnya pengembangan padi organik di Sragen sudah dimulai sejak 1984 yang dipelopori oleh Sutjipto, petani Desa Gringging, Kecamatan Gondang.
Terlihat mendampingi Presiden, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Mentan Suswono, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menpora Andi Alifian Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam.
»»  Baca Selanjutnya...

PPDI Diminta Kembalikan Perangkat ke Jatidiri yaitu Pamong


Desa Merdeka – Magetan : Bupati Magetan Jawa Timur Dr. H. Soemantri MM mengamini berdirinya Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berdiri di Magetan, hal ini disampaikan Bupati saat enam orang pengurus PPDI Magetan menghadap Bupati untuk bersilahturohmi, hari Senin 13/2 yang lalu.
Atas dasar Surat Mandat No 076 /PP.PPDI/ 2011 ke enam orang pentholan pengurus PPDI Magetan itu berikrar akan membawa Magetan kedepan yang lebih baik dan bekerja, Perangkat Desa sesuai tugas pokok dan pungsinya Perangkat Desa bekerja di Desanya masing masing. Ke enam (6) orang itu adalah Dr. Ir. M. Nur Hidayat CNMMT, Agung Priono SE, Drs. Agus Sunaryo, Sutarman SH, Drs. Panut Hadi Siswoyo, dan Parno.
Dalam arahanya Bupati, sangat setuju PPDI dibentuk asalkan tujuanya baik, menurutnya kata Bupati, karena selama kurun waktu terakhir ini, Perangkat Desa banyak yang bercerai berai “sak karepe dewe” bagaikan ayam kehilangan induk.
Lebih lanjut, Bupati sangat senang apabila dibentuknya PPDI nanti Perangkat Desa akan kembali ke barak seperti semula, yaitu ke jati dirinya “Pamong Desa” sebagai pelayan masyarakat dan ngemong rakyat Desa.
Saran Bupati apabila sudah terbentuk, PPDI jangan berpolitik dan jangan mudah ditumpangi salah satu partai politik, seperti ormas yang numpangi Perangkat Desa, dengan iming-iming legislator. “Individu silahkan berpolitik untuk memilih sesuai isi hati nuraninya masing-masing” katanya.
Ditempat yang sama, Agung Priono, mengatakan PPDI bukan Partai Politik dan bukan Ormas yang berpolitik, tetapi PPDI merupakan wadah Profesi, Ketenagaan Perangkat Desa yang bergerak secara Independent dan berjuang demi kesejahteraan Perangkat Desa secara luas.
“PPDI tidak bisa bergerak sendiri- sendiri, karena semua tatacara dan aturan dalam perjuangan untuk mencapai suatu tujuan organisasi di atur dalam AD/ART yang berada di pusat hingga tingkatan di Desa’ tegasnya.
Untuk itulah cepat atau lambat di pastikan PPDI akan segera berdiri, karena sudah jelas PPDI merupakan wadah profesinya Perangkat Desa, seperti halnya Guru punya wadah PGRI, Buruh/karyawan punya SBSI dan SPSI.
Setelah pertemuan ini harapanya, untuk semua pengurus di tingkat Kecamatan atau di tingkat Desa untuk segera mendata persunel jumlah Perangkat Desa/Pamong di desanya masing-masing untuk data best dan rencana KTA PPDI, katanya.
»»  Baca Selanjutnya...

Jumat, 17 Februari 2012

Keutaman Hari Jum'at


Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman.
Wahai kaum muslimin, Allah l telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum'at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda:
"Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM'AT
1. Hari Terbaik
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a
Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu" (HR. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah - Setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi" (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya
Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga
Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar yang berulang setiap pekan
Ibnu Abbas berkata : Rasulullah bersabda :
"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa
Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur
Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, bahwa Rasulullah bersabda: "Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).
»»  Baca Selanjutnya...